![]() |
one step ahead
|
Tuesday, February 17, 2009
Udah hampir 2 tahun ak balik ke Indonesia. Harusnya semua proses adaptasi sudah selesai kan ya. Tapi ternyata ada satu hal yang sampe sekarang belum bisa beradaptasi dengan sistem di Indonesia, yaitu tata cara berlalu lintas.
Beruntung suamiku cara berlalu-lintasnya Jepang banget. Meski dia ga pernah lama tinggal di Jepang, tapi kadang aku suka heran dengan tata cara dia berlalu lintas. Tapi kalo pas harus menghadapi bapak, ipar atau adikku. Huaaaa... kowai desu. Indonesia banget. Aku merasa berada di pertengahan antara life and death. Hiperbolik, but it means as it is. Paling senang kalo dapat kunjungan dari teman-temanku di Jepang yang lagi liburan. Mereka juga komplain hal yang sama. Bahkan, mereka suka jerit-jerit saking takutnya menghadapi lalu lintas di Indonesia. Huahahaha... sumpah aku geli banget. Ternyata aku ga sendiri. At least, ak better donk, kan ga sampe jerit-jerit. Hal yang paling bikin pusing di sini adalah kendaraan tidak bermotor. Sepeda, becak, atau apalah. Mereka ini benar-benar tuhan jalanan. Tidak ada seorangpun yang bisa menghalangi keinginan mereka. Udah jelas-jelas lampu merah, tetap aja jalan. Belum lagi nyepeda jejer-jejer seolah mereka adalah tuhannya jalanan. Suatu saat, ada penyepeda yang melanggar lampu merah. Udah jelas-jelas lampunya merah, tapi mereka tetap jalan. Tuhan getu loooh. Dari arah yang lampunya sedang hijau, ada sepeda motor yang lagi jalan. Sepeda motor ini akhirnya nabrak sepeda tuhan itu tadi. Alhamdulillah. Setelah kendaraan tidak bermotor, yang ada di peringkat ke2 pelalu-lintas yang menyebalkan adalah sepeda motor. Mereka ni sukanya srunthal-srunthul ga jelas. Mau belok ke kanan, ngambilnya dari kiri. Baka banget. Benar-benar raja jalanan. Peringkat terakhir ditempati oleh pengendara kendaraan roda 4 ke atas. Mereka ini ga pernah menjaga jarak aman. Semua serba dipepet-pepetin. Untungnya apa sih, zenzen wakaranai. Makanya, jangan heran kalo pemegang SIM di Indonesia, ketika ikutan ujian SIM di Jepang harus ngulang ujian sampe 7 kali baru bisa lulus.
Comments:
Post a Comment
|
The Journal
tomorrow should be better than today ![]() Blogroll Me! ![]() ![]() ![]() The Writer
Momo-chan. Bukan orang biasa. Ga suka MASAK. Pecinta rotenburo. Something Happened Contact me Send an email Important Note
Postingan di blog ini terdiri dari kisah nyata dan fiksi. Dalam teknik penulisan di blog ini, aku lebih memilih menggunakan sudut pandang orang pertama, meski tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan sudut pandang orang ketiga. Mengingat ada beberapa postingan yang bersumber pada kisah nyata, maka demi menjaga kerahasiaan responden, aku tidak bersedia menjawab pertanyaan yang bersangkutan dengan jati diri responden. Kesamaan nama, tempat dan peristiwa adalah kebetulan belaka. Dan semua itu bertujuan agar maksud postingan tersampaikan dengan baik. Archives
November 2004 December 2004 January 2005 February 2005 March 2005 April 2005 May 2005 June 2005 July 2005 August 2005 September 2005 October 2005 November 2005 December 2005 January 2006 February 2006 March 2006 April 2006 May 2006 June 2006 July 2006 August 2006 September 2006 October 2006 November 2006 December 2006 January 2007 February 2007 March 2007 April 2007 May 2007 June 2007 July 2007 August 2007 September 2007 October 2007 November 2007 December 2007 January 2008 May 2008 June 2008 July 2008 August 2008 October 2008 December 2008 February 2009 March 2009 Previous Posts
Senna atau Keita?? Liat J-ROCKS Ingat Kamechan Babyboy babygirl? Sensasi kecipratan salto pembalikan Masakan Manado Pencopet yang tidak beruntung Speedo LZR Working at home mom (???) Januarisman, The Next Indonesian Idol Soft Opening: Toko Batik Online, BelanjaBatik.Com Friends
Links
Panasonic Scholarship Japan Panasonic Scholarship Indonesia Mie University Japanese-English Online Dictionary Member of ![]() ![]() ![]() Credits
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |